|
Ofa's Music Galery

BRAGI
BAND DALAM 'JANJI'
KESEDERHANAAN YANG BEGITU ISTIMEWA
BRAGI,
mencatatkan diri menjadi satu dari sekian deret kelompok band yang ikut
meramaikan pasar tahun ini. Mereka menawarkan konsep bermusik yang tak
terlalu njlimet baik di sisi aransemen maupun penulisan liriknya. Tema
mereka lebih ke era 60-an. Namun di tangan Bragi back to sixty ini
menjadi sangat istimewa. Format kesederhanaan ini mereka garap secara maksimal
hingga jadi kesatuan imej milik Bragi. Satu format penunjang ini memang
sangat mempengaruhi identitas sebuah grup pemula. Dan agaknya Bragi telah
matang di sisi penggarapan album perdananya.
BRAGI dan
SANG PENYAIR Empat anak muda yang terdiri dari Renaldi (piano/keyboard/vokal),
Rendi (bas), Reza (drum/vokal) dan Erwin (gitar), sepakat mengibarkan
nama Bragi untuk menuang kreatifitas bermusik mereka. Seperti umumnya kelompok
band lain, mereka terpaksa melihat-lihat kamus untuk mencari nama yang
tepat untuk mewakili imej. "Akhirnya kita ketemu kata Bragi. Nama
seorang dewa penyair dari dongeng rakyat Skandinavia. Bragi ini anaknya
dewa Odin," jelas Aldi panggilan akrab Renaldi sambil senyum-senyum
geli. "Kalo di tanya dewa Odin itu siapa, gue juga enggak tahu,"
tambahnya sambil ketawa-tawa. "Yang penting nama ini cukup memberi
semangat pada kita untuk tetap membuat lirik yang bagus." Ya, motivasi
empat anak muda ini memang sudah ketemu. Mereka siap membuai pendengar
dengan lirik puitis, musik manis dan tampang-tampang yang keren. Konsep
penampilan pun telah mereka rancang sendiri. "Di panggung, pokoknya
setiap kita nanti tampil di panggung, kita akan mengenakan seragam yang
rapi. Ya, kalo penyanyinya rapi kan jadi enak dilihat," ungkap Aldi
memberi alasan. Meski sementara ini Bragi mendesain sendiri seragam panggungnya.
Ide ngeband mereka ini terbentuk sejak Oktober `96 di Perth, Australia.
Selain Aldi, Reza dan Rendi ada Taura Sudiro. Namun di tengah jalan, Taura
memutuskan untuk lebih konsentrasi sekolah. Dan Erwin adalah pilihan mereka
untuk menggantikan Taura mengisi gitar dalam Bragi.
PROSES
PANJANG Menjadi sederhana dan istimewa ternyata hal yang tak mudah
untuk di tuang dalam sebuah karya. Bragi mengakui hal ini. Sulitnya menyatukan
ide, butuh proses waktu. Setelah itu, mereka butuh lebih sembilan bulan
untuk masuk studio. Meski diakui Aldi, tiga dari personel Bragi berasal
dari satu keluarga, tapi bukan berarti gampang. Aldi, Rendi dan Reza adalah
kakak beradik dari keluarga Dimas Wahab yang kita kenal menjabat sebagai
ketua ASIRI.Aldi sendiri pernah terjun sebagai produser kelompok Coboy.
Sementara Reza yang biasa dipanggil akrab Echa, pernah bergabung dengan
beberapa band mengikuti Festival Cockpit `87, serta event ISF Perth tahun
`93-95 di Australia. Rendi, sebagai basis pun cukup lama menekuni instrumen
bas dalam band-band sekolah dan kampus.Sementara Erwin Indrawan, nama lengkapnya,
punya pangalaman gabung dengan Four Brother`s, BEX `90 dan beberapa event
di Jak Jazz."Banyak hal yang kami kami rasa tidak puas. Dari sound
sampai ke backing vokalnya," papar Aldi yang jadi juru bicara Bragi.
"Yang mana kita enggak puas, kita perbaiki lagi. Ya, pada akhirnya
sih, biaya produksi terus nambah," jelas Aldi memberi alasan tentang
proses pembuatan album ini. Untungnya biaya studio bisa di tekan sangat
rendah. Maklum, studio sendiri.Aldi mengaku bahwa dari awal mereka sudah
mematok konsep live yang memadu perangkat lama. Seperti pada Bragi, mereka
menggunakan sound, piano dan beberapa alat yang sudah tak lagi dipakai
di era sekarang. Sebab menurut Aldi yang kini tengah menuntut ilmu di Australia,
banyak grup band di sana yang memburu Iklan yang menjual perangkat-perangkat
musik era lama. "Wah, di sana perangkat musik lama penggemarnya banyak.
Dan harganya cukup mahal," jelasnya tanpa mau menyebut angkanya.
SEDERHANA
dan MAKSIMAL JANJI adalah tembang yang
jadi unggulan untuk menghias sampul perdana Bragi.Tembang sedikit beat
ini memiliki nilai komersil untuk mewakili kesatuan album. Vokal Aldi yang
lebih dominan, cukup punya ciri. Meski tak terlalu memaksa pada nada-nada
tinggi, namun cukup pandai `menempatkan` hingga jadi kesatuan yang selaras
dengan musik. Dua tembang yang mewakili beat lainnya adalah ANGAN
yang bicara tentang alam dan CINTA BARU. SENIN SAMPAI MINGGU,
adalah tembang lain yang boleh dicatat mewakili album. Bragi amat merayu
para gadis dalam lirik yang manis. Lalu pada tembang DIA, HANYA DIRIMU
dan TERBUANG KINI adalah tembang bagus yang saling melengkapi. Dan
yang cukup istimewa, bisa disimak pada ULURKAN TANGANMU. Bragi mengemas
dalam dua versi, dalam aransemen penuh dan aransemen akustik.Dan di sini,
ULURKAN TANGANMU dalam akustik jadi begitu menyentuh buat mereka
yang tengah merindu.Secara konsep, Bragi `Janji` bertabur dengan tembang-tembang
cinta. Aldi yang terlibat banyak menulis lagu sekaligus liriknya, mengakui
itu. "Kebetulan memang yang tema cinta lebih banyak dipilih. Tapi
kami punya jangka panjang. Tidak cuma saya koq yang bisa membuat lagu.
Ini cuma kebetulan, hampir semua lagu saya yang dipilih," jelasnya.Inilah
Bragi dengan konsep bermusik mereka. Menciptakan satu jalur pilihan yang
lain untuk penikmat musik di tanah air. "Mudah-mudahan bisa menyatukan
selera dengan penggemar," inilah harapan Bragi. Selamat Datang!
SEJARAH
GROUP/VOKAL Bragi terbentuk tahun 1996 sekitar oktober akhir di Perth,
Australia dengan personal awal terdiri dari Aldi, Reza, Rendi dan
Taura Sudiro. Tapi di tengah jalan Taura harus melanjutkan studi-nya
di Perth dan digantikan oleh Erwin dimana formasi ini adalah formasi
tetap BRAGI hingga sekarang. Bragi > adalah dewa penyair di jaman dongeng
Skandinavia, anak dari "ODIN"
Lagu Hit : Janji
ARIOLA
/ BMG ENTERTAINMENT
(RIS MUSIC WIJAYA INTERNATIONAL)
|
|