Bragi page



OFA'S HOME PAGE

Main Page
picture
links
about me


MUSIC PAGE

Pearl Jam
Metallica
Live
Obituary

INDONESIAN BAND

Dewa19
Kubik
GIGI Band

MENU HARI INI

Indonesian Site
Kamus Istilah Internet
Ahmad Band
Bragi
Bomerang
Jamrud

MP3, Real Audio, Real Video Galery

Others Music Multimedia

Ofa's August,1998



Ofa's Music Galery

BRAGI BAND DALAM 'JANJI'
KESEDERHANAAN YANG BEGITU ISTIMEWA


BRAGI, mencatatkan diri menjadi satu dari sekian deret kelompok band yang ikut meramaikan pasar tahun ini. Mereka menawarkan konsep bermusik yang tak terlalu njlimet baik di sisi aransemen maupun penulisan liriknya. Tema mereka lebih ke era 60-an. Namun di tangan Bragi back to sixty ini menjadi sangat istimewa. Format kesederhanaan ini mereka garap secara maksimal hingga jadi kesatuan imej milik Bragi. Satu format penunjang ini memang sangat mempengaruhi identitas sebuah grup pemula. Dan agaknya Bragi telah matang di sisi penggarapan album perdananya.

BRAGI dan SANG PENYAIR Empat anak muda yang terdiri dari Renaldi (piano/keyboard/vokal), Rendi (bas), Reza (drum/vokal) dan Erwin (gitar), sepakat mengibarkan nama Bragi untuk menuang kreatifitas bermusik mereka. Seperti umumnya kelompok band lain, mereka terpaksa melihat-lihat kamus untuk mencari nama yang tepat untuk mewakili imej. "Akhirnya kita ketemu kata Bragi. Nama seorang dewa penyair dari dongeng rakyat Skandinavia. Bragi ini anaknya dewa Odin," jelas Aldi panggilan akrab Renaldi sambil senyum-senyum geli. "Kalo di tanya dewa Odin itu siapa, gue juga enggak tahu," tambahnya sambil ketawa-tawa. "Yang penting nama ini cukup memberi semangat pada kita untuk tetap membuat lirik yang bagus." Ya, motivasi empat anak muda ini memang sudah ketemu. Mereka siap membuai pendengar dengan lirik puitis, musik manis dan tampang-tampang yang keren. Konsep penampilan pun telah mereka rancang sendiri. "Di panggung, pokoknya setiap kita nanti tampil di panggung, kita akan mengenakan seragam yang rapi. Ya, kalo penyanyinya rapi kan jadi enak dilihat," ungkap Aldi memberi alasan. Meski sementara ini Bragi mendesain sendiri seragam panggungnya. Ide ngeband mereka ini terbentuk sejak Oktober `96 di Perth, Australia. Selain Aldi, Reza dan Rendi ada Taura Sudiro. Namun di tengah jalan, Taura memutuskan untuk lebih konsentrasi sekolah. Dan Erwin adalah pilihan mereka untuk menggantikan Taura mengisi gitar dalam Bragi.

PROSES PANJANG Menjadi sederhana dan istimewa ternyata hal yang tak mudah untuk di tuang dalam sebuah karya. Bragi mengakui hal ini. Sulitnya menyatukan ide, butuh proses waktu. Setelah itu, mereka butuh lebih sembilan bulan untuk masuk studio. Meski diakui Aldi, tiga dari personel Bragi berasal dari satu keluarga, tapi bukan berarti gampang. Aldi, Rendi dan Reza adalah kakak beradik dari keluarga Dimas Wahab yang kita kenal menjabat sebagai ketua ASIRI.Aldi sendiri pernah terjun sebagai produser kelompok Coboy. Sementara Reza yang biasa dipanggil akrab Echa, pernah bergabung dengan beberapa band mengikuti Festival Cockpit `87, serta event ISF Perth tahun `93-95 di Australia. Rendi, sebagai basis pun cukup lama menekuni instrumen bas dalam band-band sekolah dan kampus.Sementara Erwin Indrawan, nama lengkapnya, punya pangalaman gabung dengan Four Brother`s, BEX `90 dan beberapa event di Jak Jazz."Banyak hal yang kami kami rasa tidak puas. Dari sound sampai ke backing vokalnya," papar Aldi yang jadi juru bicara Bragi. "Yang mana kita enggak puas, kita perbaiki lagi. Ya, pada akhirnya sih, biaya produksi terus nambah," jelas Aldi memberi alasan tentang proses pembuatan album ini. Untungnya biaya studio bisa di tekan sangat rendah. Maklum, studio sendiri.Aldi mengaku bahwa dari awal mereka sudah mematok konsep live yang memadu perangkat lama. Seperti pada Bragi, mereka menggunakan sound, piano dan beberapa alat yang sudah tak lagi dipakai di era sekarang. Sebab menurut Aldi yang kini tengah menuntut ilmu di Australia, banyak grup band di sana yang memburu Iklan yang menjual perangkat-perangkat musik era lama. "Wah, di sana perangkat musik lama penggemarnya banyak. Dan harganya cukup mahal," jelasnya tanpa mau menyebut angkanya.

SEDERHANA dan MAKSIMAL JANJI adalah tembang yang jadi unggulan untuk menghias sampul perdana Bragi.Tembang sedikit beat ini memiliki nilai komersil untuk mewakili kesatuan album. Vokal Aldi yang lebih dominan, cukup punya ciri. Meski tak terlalu memaksa pada nada-nada tinggi, namun cukup pandai `menempatkan` hingga jadi kesatuan yang selaras dengan musik. Dua tembang yang mewakili beat lainnya adalah ANGAN yang bicara tentang alam dan CINTA BARU. SENIN SAMPAI MINGGU, adalah tembang lain yang boleh dicatat mewakili album. Bragi amat merayu para gadis dalam lirik yang manis. Lalu pada tembang DIA, HANYA DIRIMU dan TERBUANG KINI adalah tembang bagus yang saling melengkapi. Dan yang cukup istimewa, bisa disimak pada ULURKAN TANGANMU. Bragi mengemas dalam dua versi, dalam aransemen penuh dan aransemen akustik.Dan di sini, ULURKAN TANGANMU dalam akustik jadi begitu menyentuh buat mereka yang tengah merindu.Secara konsep, Bragi `Janji` bertabur dengan tembang-tembang cinta. Aldi yang terlibat banyak menulis lagu sekaligus liriknya, mengakui itu. "Kebetulan memang yang tema cinta lebih banyak dipilih. Tapi kami punya jangka panjang. Tidak cuma saya koq yang bisa membuat lagu. Ini cuma kebetulan, hampir semua lagu saya yang dipilih," jelasnya.Inilah Bragi dengan konsep bermusik mereka. Menciptakan satu jalur pilihan yang lain untuk penikmat musik di tanah air. "Mudah-mudahan bisa menyatukan selera dengan penggemar," inilah harapan Bragi. Selamat Datang!

SEJARAH GROUP/VOKAL Bragi terbentuk tahun 1996 sekitar oktober akhir di Perth, Australia dengan personal awal terdiri dari Aldi, Reza, Rendi dan Taura Sudiro. Tapi di tengah jalan Taura harus melanjutkan studi-nya di Perth dan digantikan oleh Erwin dimana formasi ini adalah formasi tetap BRAGI hingga sekarang. Bragi > adalah dewa penyair di jaman dongeng Skandinavia, anak dari "ODIN"



Lagu Hit : Janji

ARIOLA / BMG ENTERTAINMENT
(RIS MUSIC WIJAYA INTERNATIONAL)