Ahmad Band page



OFA'S HOME PAGE

Main Page
picture
links
about me


MUSIC PAGE

Pearl Jam
Metallica
Live
Obituary

INDONESIAN BAND

Dewa19
Kubik
GIGI Band

MENU HARI INI

Indonesian Site
Kamus Istilah Internet
Ahmad Band
Bragi
Bomerang
Jamrud

MP3, Real Audio, Real Video Galery

Others Music Multimedia

Ofa's August,1998



Ofa's Music Galery

AHMAD BAND
Kafe, Media & Wanita

IDEOLOGI, Sikap, Otak. Begitu album atas nama Ahmad Band yang berisi 11 lagu diberi judul. Difoto dengan pakaian mirip Bung Karno sebagai gambar sampul, di tengah suhu poleksos yang tengah menghangat, Dhani Ahmad Prasetyo seakan memang sengaja memancing alis mengernyit seraya -- mungkin -- bertanya, "Gendheng arek iki. Opo sih karepe?"

Reaksi itu wajar. Dhani terlanjur lekat dengan citra sebagai pemimpin para "pandawa lima" dari Surabaya yang hobi membius kaum hawa dengan dendang cinta Kirana atau Kamulah Satu-Satunya. Ditambah perannya sebagai produser dan penata musik album Keajaiban yang sukses mengangkat Reza ke permukaan, rasanya cuma satu dua penggemar Dewa 19 yang tak bakal terkaget-kaget mendengar materi album ini.

Kenceng! Barangkali itu komentar paling pas. Elemen musiknya campur aduk. Berkesan riuh, juga pada lagu dengan beat pelan. Ada musik dolanan ala Swami, new wave, jazzy, hardcore, bahkan techno-rock ala Prodigy! Sedang tema-tema lagunya, waduh, banyak menyentuh wilayah yang kata orang terbilang "sensitif".

"Yang muda mabuk, yang tua korup (2X) / Mabuk terus, korup terus / Jayalah negeri ini (2X) / Merdeka!" ujar Dhani dalam Distorsi, lagu jagoan yang klipnya dibuat Rizal Mantovani. Itu belum seberapa. Entah apa komentar penggemar lagu Kangen, kalau mendengar lagu Interupsi. Bak sedang berpidato, Dhani memuntahkan istilah-istilah yang tak nyaman didengar telinga kaum yang terbiasa "santun", seperti: kolusi, borok, nepotisme, kapitalisme semu, bahkan -- maaf -- bangsat.

"Aku ingin membuat album yang bisa mencerminkan karakterku yang sebenarnya. Aku ingin menunjukkan, ini lho aku. Yaaa, maaf, jangan bandingkan dengan Dewa 19. Ini obsesiku sejak lama," kata Dhani. Kalimat itu diucapkan ayah seorang putra ini pertengahan tahun lalu -- di awal pengerjaan proyek, sebelum isu krisis moneter menghangat. Jadi, sebaiknya tak buru-buru menuduhnya membonceng momen. Lagipula, sebetulnya bukan baru sekarang Dhani mencoba mengangkat isu sosial. Aspirasi Putih di album Pandawa Lima , misalnya, contoh paling gamblang. "Wah, yang di kaset liriknya sudah disensor habis-habisan," ujar Dhani, dulu.

Tapi, kalau mendengar album ini, disarankan nggak perlu terlalu serius ah! Dhani memang percaya pada kekuatan ide. Tapi, "Aku nggak percaya satu karya seni bisa menggerakkan revolusi. Itu mimpi utopis, hahaaa. Kalau mengajak orang jadi berpikir, naaah, itu mungkin bisa."

Dhani bukan datang dari generasi mahasiswa era '70-an yang bersemboyan "pesta, buku dan cinta". Zaman telah berubah, meski setting sejarah tak banyak berbeda. Mengadakan pesta disko di rumah kalah ngetren dengan nongkrong di kafe. Pendidikan politik bertebaran di media kultur pop, baik dari media cetak "serius" maupun film Hollywood seperti The House of Spirits yang entah sudah berapa kali ditayangkan TV swasta. Sedang "cinta", bisa "dibeli" di mana-mana. Tentang ini, silakan simak imaji liar Dhani tentang wanita lewat lagu Gairah Tak Biasa. Tapi, lagi-lagi, tak perlu buru-buru menuduhnya misogynist kalau dalam lagu Dunia Lelaki Dhani dengan sok tahu seakan sedang menceramahi sang juwita tentang revolusi. Bagaimanapun, Dhani lebih dekat dengan majalah remaja daripada buku sastra. Jadi, harap maklum kalau Dhani punya kendala keterbatasan bahasa. Nobody's perfect. Lagipula, untuk album ini, pria yang mengaku perfeksionis ini terasa sekali sudah memberikan segalanya.

Di samping menyanyi dan memainkan kibor, Dhani juga mengocok gitar rhythm. Sedang Andra Junaidi, gitaris Dewa 19, memberi aksen kuat pada beberapa lagu dengan gaya bermainnya yang semakin eksploratif. Agar proyek Ahmad Band benar-benar terdengar beda dengan Dewa 19, Dhani memilih Bimo Netral sebagai dramer. "Dengerin deh pukulannya. Nggak ada yang main kayak dia. Bimo memang nggak main teknik, tapi unik. Dan, selain juga perfect ngatur sound, pukulan dia kuenceng! Itu yang aku suka," jelas Dhani sambil tertawa.

Tampaknya Dhani memang sedang ingin membuat para Baladewa dan Baladewi, sebutan buat penggemar Dewa 19, terkaget-kaget. Betapa tidak. Pertama, secara resmi dia mengumumkan masa vakum show Dewa 19 untuk masa yang belum ditentukan. "Cukup ditulis, problem internal tidak memungkinkan kami manggung," ungkapnya. Dan kedua, untuk keperluan manggung Ahmad Band, secara resmi dia merekrut Pay dan Bongky, mantan gitaris dan pemain bas Slank! "Kalau Ahmad Band rekaman lagi, ya mereka ikutan," katanya. Jadi, selamat kaget.


Lagu Favorit : Bidadari Kesunyian