|
Ofa's Music Galery
Boomerang
BOOMERANG� memang
terbilang kelompok Raja. Bukan karena single Kehadiran yang sempat melambungkan
mereka, atau tampil di hadapan 20.000 penonton sebagai band pembuka konser
Mr. Big. Para personilnya tinggal (dengan rukun dan damai) dalam satu rumah,
di daerah Mananggal Surabaya, yang sekaligus jadi studio dan toko Boom
Merchandise mereka. Keempatnya, Martin Farid Badjeber (dram), John Paul
Ivan (gitar), Hubert Henry Limahelu (bas) dan Roy Jeconiah Isoka Wurangian
(vokal) adalah orang-orang yang berani bertutur jujur tentang hidup. Sambil
mengusung misi jangan menyakiti sesama manusia, mereka bercerita tentang
perbedaan persepsi orangtua dan anak, kerinduan pemuda pada kekasihnya,
keindahan alam sampai ajakan untuk tidak terpancing isu-isu. Kejujuran
juga tampak pada ungkapan-ungkapan di buletin mereka. Tengok saja kisah
metamorfosa dari Lost Angels (sisa personilnya adalah John Paul Ivan dan
Hubert Henry) ke Boomerang, dan cerita tentang hidup pribadi masing-masing
yang ditulis sendiri.
Konsistensi dalam
bermusik, juga catatan lain. Terlanjur cinta dengan dunia musik, membuat
mereka terus menggali, dari menggarap Boomerang Fans Club dengan serius
sampai menangani kontrak (endorsement) dengan produk alat musik kelas dunia.
Ivan di-endorse sebagai profile image gitar Carvin dan senar SIT Strings
serta Dean Markley dari Amerika. Sementara Farid mendapat kesempatan sebagai
profil image stik dram merek Vafer. Kekompakan dan konsistensi seperti
ini, apakah masih bisa berjalan kalau kelak semua personilnya menikah?
Henry menjawab sambil bercanda, "Pastilah itu. Kita juga mau bikin
Band Para Istri Boomerang." Asyik juga.
MULTIMEDIA :
MENYUSUL....
|
|