Andra Ramadhan
Gitaris kelahiran Surabaya, 17 Juni 1972 ini berpembawaan kalem. Jangankan minum, merokok pun tidak. Kesannya, alim. Dalam perkara musik DEWA19, Andra-lah yang punya 'hak veto'. Mahasiswa jurusan Desain Interior, Universitas Petra, Surabaya ini memang pernah berpikir untuk bikin solo album, namun merasa untuk saat ini belum perlu. Soal materi lagu, Dhani memang mempercayakan pada Andra Ini. Nggak tahu kenapa dia percaya pada Andra. Jika pada album ke-4 penampilannya terkesan tidak serumit pada album sebelumnya, itu mungkin dikarenakan wawasan musiknya berubah seiring dengan perkembangan usia Andra yang semakin dewasa. Iya yah.... hmm..
Secara pribadi Andra mengagumi Dhani, meski terkadang Dhani keras tapi langsung ngomong pada intinya, sementara tidak semua orang bisa menerima. Meski demikian, cara berpikir Dhani lebih maju daripada yang lainnya. Kadang yang lainnya terlambat buat ngerti, apa yang lagi diomongin Dhani dan Andra akui kalau Dhani punya bakat besar untuk memimpin, dan tetap berjiwa besar jika yang diinginkan ditolak. Sedang Ari agak manja. Pada hal-hal tertentu Ari harus dibilangin 2 kali buat ngerti, misalnya soal latihan. Mungkin anak bungsu ya, jadi berpengaruh pada kepribadian Ari. Selain itu, Ari juga sensitif, kalau yang lain bilang sesuatu yang menyinggung perasaannya, Ari bisa ngambek tuh... he he he he. Kalau Erwin itu asyik orangnya. Diajak ngobrol bisa nyambung. Meski umur Erwin dan Andra sama, tapi Andra lebih banyak belajar dari dia.